Sepuluh Sampul Buku Terbaik 2025

 



 Sepanjang tahun 2025 yang menarik minat baca saya terhadap buku atau novel selain sinopsis adalah tampilan sampul buku yang super memikat. Dalam memandangi sampul buku, terkadang kita bisa saja tertipu. Sekilas kita bisa saja salah duga dengan isi ceritanya, namun sebagian besar pasti ada korelasinya antara cerita dengan sampul bukunya, entah disajikan secara misterius dan absurd, atau apa adanya alias gamblang sesuai dengan alur cerita.
 
Sampul buku memang berfungsi menjelaskan secara samar tentang isi cerita yang kadang alih-alih menambah jelas, tapi justru sedikit menyesatkan demi menambah daya tarik novel. Di sisi lain, peran sampul buku juga penting karena memberi jalan bagi pembeli atau pembaca untuk memahami sekilas alur cerita yang akan disuguhkan dan selain itu juga memberi pengalaman dan kesan yang baik serta tak terlupakan akan isi ceritanya.
 
Ada beberapa novel yang saya baca dan terpikat oleh kemampuan sampul bukunya yang bisa bercerita banyak serta mengungkapkan atau menguatkan isi cerita. Ini lebih bersifat subjektif dan sesuai selera pribadi saja. Berikut ini beberapa sampul buku yang bagi saya memiliki rasa yang lebih dari sekadar mengantar sebuah cerita.
 
 
 

 1. Masquerade Hotel

 
 
Melihat sampul buku ini terkesan seperti sebuah lukisan yang absurd dan saya pribadi tak mampu menerka pesan apa pun selain segera ingin mengetahui jalan ceritanya. Sekilas hanyalah berupa kumpulan burung berwarna putih yang sedang bertengger dan terbang di atas daratan berwarna merah.
 
Namun setelah kita membaca isinya, barulah kesadaran itu ada dan bahwa yang terlukis di sampul itu ternyata adalah sekumpulan manusia tanpa identitas pasti yang mengenakan topeng wajah -seperti dalam pesta-pesta masquerade-demi mengelabui jati diri yang sebenarnya. 
 
Brilian sekali dalam menyuguhkan personifikasi dan realita manusia yang harus menutupi dirinya yang asli demi sebuah dendam. Dan penggambarannya ke dalam sebuah cerita khas Keigo terasa begitu tepat dan pas. Dengan warna merah yang menarik mata sesungguhnya itu sudah cukup sebagai sebuah karya seni sampul yang bagus.
 
 

 2. On Her Wedding Day

 
 
Ada kesan misterius yang langsung tertangkap mata kala menatap sampul novel ini. Siluet perempuan yang tembus pandang yang menyiratkan sebuah pesta di tengah hutan kemudian sebagian siluet di kiri kanannya yang berwarna hitam menampilkan seolah moncong hewan. Apa yang akan dihantarkan lewat sampul ini?
 
Ini memang cara pandang yang terlalu subjektif namun dari judul dan bayangan gelapnya sekilas saya bisa menengarai bahwa kisahnya akan cenderung gelap. Kalau tidak baca sinopsisnya, cerita tentang pernikahan ini seolah menjadi paradoks dan itu menarik. Pernikahan adalah simbol kebahagiaan namun ada rahasia gelap yang melingkupi sehingga menimbulkan rasa penasaran dan kengerian.
 
Dan novel ini cukup pantas dengan siluet gelapnya, sehingga alih-alih menampilkan wajah para pendukung cerita di pesta pernikahan yang biasanya dengan warna-warna pastel ceria, tetapi yang justru gaya yang seperti inilah yang mampu mengecoh alur ceritanya.
 
 
  

3. Lucie Yi Is Not a Romantic 

 
Pertama kali melihat warna yang menyolok selain merah adalah kuning. Dan novel ini berhasil memanfaatkan citra menonjol dari tokoh yang begitu ekspresif dengan campuran warna yang makin mengangkat sisi 'arogan' dari Lucie Yie, yakni berupa kuning cerah yang ditata secara dekoratif untuk mewakili kesan romantis bersama warna-warni kuntum bunga di sudut-sudut terpencil dan tetap terlihat.
 
Secara penampilan, novel dengan tata letak seperti ini tentu saja menarik mata untuk singgah dan ingin sekali membacanya. Meskipun begitu, pesan yang disampaikan tentunya lebih dari sekadar warna-warni ceria. Ada irama naik turunnya yang sangat khas yang biasa ditemukan dalam novel asmara. Yang jelas, sampul dengan kuning menyala ini berhasil membuat saya penasaran untuk membacanya sampai habis.
 
 

 
 

4. Sejuta Waktu untuk Mencintaimu 

 

Kalau sudah sering membaca novel-novel karya Achi TM, pasti gak akan lepas dari ciri sampul novelnya yang selalu menampilkan ilustrasi lengkung-lengkung, sudut membulat baik tentang manusia atau benda. Dan asyiknya, setiap kita melihat gaya novel seperti itu, seketika benak ini teringat akan keragaman tema novel yang dibuat oleh pengarangnya.
 
Kali ini mengusung tema yang agak futuristik dan sampul novelnya justru tampil dengan sisi humanismenya dengan sosok yang berdiri di pinggir jalan berhadapan dengan latar besar langit bergradasi ungu yang menanti sosok lain jatuh ke bumi. Ada kesan syahdu yang dalam serta optimisme yang kuat. 
 
Selain judulnya yang puitis dan romantis, penampilan ilustrasinya yang mendukung ini makin mengundang rasa ingin menjejaki isi ceritanya. Kilasan yang sederhana baik dari warna maupun sosok manusia menurut saya malah membuat novel ini sudah mampu berbicara lebih banyak.
 
 
 

 5. Perkumpulan Anak Luar Nikah

 
 
Ini adalah sampul yang sepenuhnya mengusik pikiran hanya melalui barisan kalimat yang provokatif dan memancing rasa ingin tahu lebih besar. Judul yang menjurus namun memiliki kepentingan yang lebih dari sekadar pesan yang disampaikan adalah pesan besar darinya.
 
Sebuah novel yang hanya menampilkan ilustrasi pigura kecil di sudut yang berisi foto keluarga lalu ada tempelan post it serta tangkapan layar percakapan media sosial dihiasi dengan warna-warni ceria yang menarik perhatian mata, seakan kita dipaksa menebak sebenarnya sedang menceritakan tentang apa dan ke mana arahnya.  
 
Seakan, antara judul dengan gambaran yang tersaji itu tidak kelihatan korelasinya. Sesungguhnya judul yang menarik meskipun sampulnya sederhana tetap bisa membangkitkan keingintahuan. Dan ketika isi ceritanya mencengangkan, melampaui kesederhanaan yang ada, maka tugas ilustrasi itu telah berhasil dalam menyampaikan kepingan ceritanya.
 
 

 6. Romansa Stovia

 
 
Sampul novel ini menyiratkan gambaran keseluruhan masa lampau dan alih-alih menampilkan sisi romantismenya, yang tersaji justru siluet-siluet yang mewakili para tokohnya, terpatri dalam aneka pigura dengan warna pastelnya. Cukup menarik dan mampu membangkitkan keinginan untuk segera dibaca terlebih ada embel-embel romansa.
 
Kesederhanaan dan gaya minimalis agaknya menjadi pilihan untuk diangkat ke dalam sampul ini karena dengan hanya tampilan seperti ini saja, pembaca seperti saya saja sudah merasakan magnetnya apalagi bila ditonjolkan sekolah Stovianya mungkin. Sebuah pilihan yang tepat untuk hanya menampilkan potongan siluet para mahasiswa kedokteran ketimbang keramaian dengan gedung megah Stovianya.
 
 

 


7. Nonik Jamu 

 
 
Saya suka sekali dengan gambar sampul novelnya. Terlihat sederhana, minimalis, tidak ramai dan warna yang bermain di sini hanyalah warna inti yang merepresentasikan bahan dasar jamu yang serba kecokelat-cokelatan.  Ilustrasinya sangat berseni di mana tidak secara langsung menampilkan objek tentang jamu namun dikemas dalam balutan lukisan yang artistik.
 
Kendati bagi yang melihatnya terasa seperti gambar yang aneh, percayalah isi ceritanya tidak begitu rumit. Tata letaknya yang pas -satu di atas dan di bawah- cukup membantu memberi ruang dua objek; cobek dan cangkir berisi jamu yang mampu menyalurkan spirit tentang jamu itu sendiri.
 
 

 
 

8. As Long As The Lemon Trees Grow 

 
Dari kejauhan yang kita pandangi adalah jejeran pepohonan yang meneduhkan mata di mana di satu titik terdapat dua sosok, pria dan wanita saling berdiri berhadapan. Sebagaimana dalam kisah-kisah romansa yang dibumbui dengan latar peperangan yang dahsyat, pemilihan judul dan pepohonan seakan menjadi oase yang menipu.
 
Versi sampul buku yang saya baca ini menurut saya paling mewakili perasaan dan kondisi serta situasi yang terjadi di Suriah yang sebenarnya adalah kontradiktif sekali mengingat gambaran perang selalu menyisakan derita dan kekacauan.
 
Menurut saya sampulnya yang benar-benar mengangkat pepohonan lemon ini adalah sinyal bahwa meskipun terjadi huru-hara, masih ada yang meneduhkan hati dari sebatang pohon.
 
 
 

9. Yamihara

 
 
Jika hanya membaca judulnya maka pasti kita akan mengernyitkan dahi. Sebuah kata yang asing dan menjadi sumber masalah bagi orang-orang yang mengalaminya di dalam novel itu. Judul yang tidak diembel-embeli apa pun selain judul utama agaknya lebih memancing penasaran dan ditunjang oleh separuh wajah sesosok pemuda yang sedang menatap kita, makin membuat perasaan menjadi dag dig dug untuk membacanya.

Latar visual yang menampilkan warna-warna suram seperti hitam, abu-abu jelaga, dan semburat putih begitu menguasai dan menjadi pengantar akan sebuah kisah yang membangkitkan bulu kuduk. Hanya dengan menyajikan separuh wajah yang memenuhi hampir setengah halaman sampul, menjadikannya  jaminan bahwa ceritanya akan kelam, sedikit merinding, dan penuh teka-teki.
 
 
 

10. The Wedding People

 
 
Ini adalah sampul novel yang memberi kesan bahagia walau sesaat saja namun di sisi lain memberikan pelajaran besar bahwa di balik itu ada konsekuensi besar yang harus ditanggung. Sampul ini menyiratkan simbol tentang manusia dan keadaannya yang masih bergelimang kesenangan lalu beberapa saat kemudian dihempaskan oleh kenyataan pahit.
 
Komposisi dari tiap elemen di ilustrasi ini cukup proporsional di mana kedua lengan yang salah satunya menggenggam sebotol minuman keras terayun-ayun di antara gelombang air kolam menampilkan sinergi kuat akan sebuah perubahan. Makna yang begitu dalam dari sekadar gambaran tersebut membuktikan bahwa ilustrasi sampul memang sangat menunjang dan dipikirkan masak-masak agar tersampaikan secara terselubung dalam warna merah muda.
 
 
*** 
 
 
Demikianlah, semua ilustrasi sampul novel selalu ingin memberi gambaran yang terbaik dan berhasil dalam menyampaikan pesan sebuah cerita. Banyak yang lebih bagus, namun kesepuluh sampul yang saya pilih ini adalah yang paling bikin saya tercengang dan tentu saja tertarik secara fisik oleh tampilan. Ditunjang oleh ceritanya pula, hingga seluruhnya mampu memberi kesan yang mendalam baik sebelum membaca maupun sesudahnya. 
 
 
Sepuluh Sampul Buku Terbaik 2025 Sepuluh Sampul Buku Terbaik 2025 Reviewed by Erna Maryo on Desember 31, 2025 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.