Mengakhiri tahun 2025 rasanya rada kurang puas sedikit karena sejujurnya masih banyak buku atau novel yang belum dibaca dengan tuntas. Mendekati penghujung tahun, tepatnya di bulan Desember ini tanpa disangka banyak sekali urusan di luar membaca yang harus berebut dituntaskan. Tanpa sadar, tinggal beberapa hari lagi limit membaca harus berakhir sementara hutang membaca dengan target yang semi muluk-muluk ini masih menggunung.
Maka, dengan segala daya upaya akhirnya saya berhasil juga mengurutkan beberapa novel yang menurut saya terbaik sepanjang saya membaca pada 2025, versi saya saja. Kesepuluh novel ini adalah sebagai berikut:
1. The Day of Kidnapping
Novel ini memiliki kerumitan alur yang anehnya sangat sederhana setelah kita membacanya hingga tuntas. Berlapis-lapis persoalan saling berkaitan dan satu sama lain memiliki relasi yang kalau ditelusuri ternyata bikin kita paham, bahwa masalah keluarga memang menjadi sasaran pelik untuk dikriminalisasikan. Terlebih bila menyangkut nasib seorang anak.
Pembawaan para tokohnya sangat sederhana, orang-orang biasa yang tanpa sadar dituntun oleh takdir dan bersinggungan dengan kasus pembunuhan, penculikan bahkan percobaan rekayasa. Penyelesaian yang legowo rupanya sangat dibutuhkan di novel ini.
2. The Running Grave
Membaca setiap tahun sepak terjang detektif partikelir bernama Strike ini seolah telah menjadi rutinitas. Ada kecenderungan untuk tak boleh ketinggalan mengikuti setiap kasus yang sedang dihadapi tim duo pasangan paling taktis ini, Strike dan partnernya Robin. Dengan semakin rumitnya kasus, semakin serius jangkauannya dan semakin menarik pula alur yang ditelusuri.
Mengupas tentang penyimpangan sekte yang terkesan berat tapi juga tidak dibilang sederhana adalah kasus paling gres saat ini. Kita takkan heran kalau pengarang mampu menghadirkan dan mengangkat tentang isu sekte ini karena kekuatan riset yang mumpuni. Menarik dan seru seperti yang sudah-sudah.
Bahkan terungkap bahwa komunitas yang menjadi basis kumpulan individu yang terjebak dalam pemurnian diri sejatinya memang tumbuh akibat kecenderungan manusia yang ingin kembali ke jiwa asal yang murni dan sayangnya rawan disalahgunakan untuk kepentingan jahat.Tetapi yang lebih menarik dari semuanya adalah, hubungan pribadi antar kedua detektifnya. Ini yang membuat cerita detektif Strike selalu menarik.
3. The Wedding People
Dalam sebuah pesta pernikahan elemen-elemen pendukung seperti kehadiran pagar ayu, acara pelepasan masa lajang, dan bercengkerama dengan para sahabat tentunya akan menjadi pengalaman yang menyenangkan sebelum acara sakral itu terjadi. Apa jadinya ketika di pesta pernikahan ini ada yang memiliki persoalan pelik, yang datang salah satunya justru bukan sebagai sahabat namun hanya sekadar berjumpa tak sengaja di sebuah lift hotel tempat berlangsungnya acara pernikahan tersebut.
Disuguhkan dengan sudut pandang dari seorang wanita yang tadinya ingin berniat bunuh diri namun akhirnya justru menjadi sahabat dadakan terbaik bagi si pengantin wanita yang galau dengan keseriusan pernikahannya. Ide ceritanya sangat di luar kebiasaan, unik dan sangat menyentuh. Orang-orang yang menghadiri pernikahan bukanlah kumpulan yang kesemuanya bahagia, dan itu wajar.
4. Perkumpulan Anak Luar Nikah
Novel ini sebenarnya sudah menjadi wish list sejak lama, namun baru kesampaian untuk dibaca saat ini. Di awal-awal cerita, yang tadinya hanya berkisar tentang kesalahan pengakuan yang sembrono tentang pemalsuan dokumen penting, akhirnya makin dalam makin lebar segala persoalan yang diangkat, hingga mengerucut pada rasa nasionalisme yang lebih tebal bagi kaum minoritas atau Tionghoa atau istilah kekiniannya, Chindo.
Sungguh, membaca novel ini nurani kita dipaksa untuk mengakui bahwa kadang rasa cinta tanah air kita justru lebih tipis ketimbang mereka yang terlahir sebagai anak luar nikah alias mereka yang menjadi warga minoritas di republik ini. Apik, manis, bikin haru dan sangat menyentuh dengan dibumbui masalah keluarga dan ditutup penyelesaian yang sangat tenang dan damai tanpa gembar-gembor soal kebangsaan yang kaku.
5. As Long As The Lemon Trees Grow
Drama kehidupan yang penuh dengan kekacauan di tengah kecamuk perang saudara Suriah dialami seorang gadis pemberani yang juga asisten dokter, Salama. Potret gundahnya seorang wanita yang ingin keluar dari cengkeraman perang menuju tanah harapan Jerman menjadi sisi yang sangat menarik untuk diapresiasi.
(Baca: As Long As The Lemon Trees Grow: Harapan Tinggi ke Negeri Impian di Tengah Kecamuk Perang Saudara)
Manakala gadis muda yang tegar menemukan mantan kekasihnya, seketika pikiran itu menjadi bertambah galau antara tetap menuju Jerman atau menetap tinggal di Suriah mengikuti Kenan yang bersikeras untuk membela tanah airnya. Cerita yang inspiratif dan tak menye-menye ini tentu saja menemukan muaranya yang membahagiakan. Di balik itu semua ada persoalan mendasar akan perang saudara yang tak jua berhenti dan menghasilkan pengalaman traumatis.
6. Yamihara
Novel thriller Jepang yang satu ini cukup bikin deg-degan akibat narasi awalnya yang sedikit menakutkan. Lewat kisah pembukanya saja kita telah disuguhkan situasi yang membuat panik akibat tatapan mata yang diperlihatkan oleh salah satu murid baru di kelas. Alur ceritanya yang dibuat terpisah antar bab, makin menambah misteri akan korelasi dari kesemuanya. Konsep keluarga yang harus selalu diisi ulang adalah sebuah pemahaman yang out of the box alias aneh sekaligus keren dalam sebuah cerita.
Yamihara tak sekadar membuat perasaan jadi tidak nyaman saat membacanya, namun di balik itu kita akan memahami bahwa kekuatan gelap itu akan menelusup pelan-pelan ke dalam benak manusia yang lemah hingga ia sendiri tak mampu mengendalikannya.
7. Perjalanan Mustahil Samiam dari Lisboa: Sepasang Elang dari Diyarbakir
Berbeda dengan novel jilid pertama yang penuh dengan petualangan mengenal dunia luar seutuhnya, kali ini kisah yang lebih serius dan menegangkan bertubi-tubi dihadapi oleh Samiam. Tak hanya harus menukar keyakinannya, ia pun berkali-kali mengalami hambatan demi berjumpa dengan sang istri, Bianca.
Keistimewaan dari novel ini adalah isinya yang begitu detail dan jeli dalam menceritakan sudut-sudut kota maupun tempat-tempat kuno yang dikunjungi oleh sang tokoh di wilayah yang membentang mulai dari Konstantinopel hingga jauh ke jazirah Arab. Novel yang mampu membuat saya terpaku dan bisa membayangkan betapa marak dan ramainya lalu lintas perdagangan serta berbagai kesibukan kota-kota di tanah Arab di masa lalu lengkap dengan para penduduknya yang unik.
8. Sejuta Waktu untuk Mencintaimu
Masa-masa
pandemi dengan berbagai persoalan yang mengikuti seakan memberi
beban yang lebih berat lagi bagi orang-orang yang harus bertahan dan
menjalani kehidupan secara normal. Ketika cerita pandemi dan mereka yang
berhasil mengatasi rasa putus asa akibat gelombang PHK yang kian
melambung itu diangkat ke dalam cerita novel, sensasinya serasa begitu dekat dan
senasib bagi kita yang sama-sama berjuang untuk bertahan dari krisis.
Membaca kisahnya kita akan tahu bahwa cerita ini sangat khas dari pengarangnya yang selalu mengaitkannya dengan ajaran islami. Kisah yang tadinya biasa saja lalu menjadi luar biasa karena dicampurkan dengan sentuhan sains fiksi berupa sosok pria yang
datang dari masa depan. Hal itu membuat alurnya terkesan 'tak menapak tanah' dan unik. Seru dan menarik
karena pandemi dan futuristik adalah dua tema yang agak di luar bayangan untuk
digabungkan.
9. Mencari Nama Tuhan yang Keseratus
Ini sebenarnya novel yang tidak perlu mengerutkan kening saat dibaca. Terkesan serius dan berat namun bila kita membacanya sampai tamat, akan banyak pengalaman dan petualangan yang meninggalkan kesan begitu dalam dengan pembelajaran yang luwes dan membuka wawasan.
Ternyata urusan mencari nama butuh perenungan panjang dan pengalaman istimewa. Sebuah novel lama yang masih layak untuk dibaca hingga di tahun ini. Tema yang tidak pasaran, unik, serta memberi efek kedekatan religius yang tidak perlu disangkal apalagi diperdebatkan dalam ruang diskusi berat mana pun.
10. Nonik Jamu
Novel ini menggelitik benak terutama saat membaca judulnya dan tentu saja mengundang rasa ingin tahu. Urusan jamu di sini begitu dominan diungkapkan secara detail dan rinci. Dikuatkan lagi dengan tokoh perempuan yang memang diceritakan sangat fasih dan berbakat dalam mengolah bahan-bahan ramuannya.
Ini adalah novel yang sungguh eksotis dalam membawa misi tradisi yang adiluhung yakni meracik jamu serta membangkitkan kembali kecintaan akan ramuan asli Indonesia. Alur cerita yang lebih menonjolkan asa untuk memajukan bisnis jamu dengan sesekali diganggu urusan keluarga berupa relasi para iparnya yang tidak mulus justru menjadikan cerita tentang Nonik Jamu ini realistis dan menohok.
Selain mengupas tentang jamu dan racikannya, konflik di tengah keluarga yang diselesaikan dengan legowo menjadi daya tarik novel ini. Di balik cerita itu terselip kebanggaan bahwa pada akhirnya gen Z-lah yang bakal menjadi penerus tradisi ini, tradisi meracik jamu berikut perjuangan dalam meyakinkan semua pihak bahwa jualan jamu itu keren.
***
Demikianlah sepuluh novel yang menurut saya bisa dikatakan paling memengaruhi pikiran dan jiwa sepanjang 2025. Begitu banyak kisah dengan tuturan memikat yang menimbulkan kesan menawan lebih dari sekadar cerita karangan belaka. Bahkan darinya saja yang berupa kepingan pun mampu memancarkan pesona dan ketertarikan yang merasuk ke dalam benak.
Sungguh, pengalaman membaca tahun ini membawa banyak manfaat dan membuka wawasan akan segala hal yang tidak diketahui. Saya berharap tahun berikutnya semangat membaca ini tidak mengendur karena musuh utama dalam membaca adalah hanya menumpuk dan menyimpan pdf atau epub buku lalu menundanya membaca.





.jpg)

















Tidak ada komentar: