The Housemaid: Tawanan dan Rahasia Sebuah Loteng

 

 
 
The Housemaid #1
Freida McFadden
Grand Central Publishing, 346 hal
ebook
 
 

Sinopsis 


 
Millie Calloway ingin memulai hidup baru setelah menghirup udara bebas dari penjara dengan melamar kerja sebagai Housemaid. Bekerja sebagai asisten rumah tangga keluarga Winchester membuatnya bersyukur karena masih ada yang bersedia memberinya pekerjaan.
 
Sayangnya hari-hari selama bekerja di rumah itu kerap diwarnai oleh perlakuan yang kurang menyenangkan dari sang nyonya, Nina Winchester. Majikan perempuan itu selalu menyusahkan dan membuat Millie ingin mengundurkan diri. Namun, keinginan itu selalu tertunda karena selain gajinya yang cukup besar juga karena sang tuan rumah yang bernama Andrew Winchester, kerap bersikap baik dan mengayomi.
 
Rupanya kebaikan Andrew hanyalah daya tarik palsu agar Millie terjerat dan terjatuh dalam permainan yang diciptakan Andy. Setelah sukses menyekap istrinya sendiri hingga memilih keluar dari rumah, giliran Millie terjebak dalam sebuah kamar loteng di rumah itu. Anggapan Andy kali ini sangat keliru dalam menilai korbannya.
 
Dengan pengalamannya selama di penjara dan nalurinya untuk mempertahankan diri serta dibantu oleh tukang kebun bernama Enzo yang sebelumnya telah berulang kali memperingatkan dirinya secara samar, Millie melawan dan justru menjadi sosok yang mampu membalikkan keadaan secara drastis.
 
 

Ulasan 

 
Novel ini sudah sering disebut-sebut di medsos namun belum terlalu tertarik untuk membacanya. Setelah mendengar kabar bahwa novel ini telah difilmkan (2025), saya akhirnya tertarik ingin tahu juga jalan ceritanya. 
 
Kalau menilik judulnya saja, hanya ada satu pesan yang tersirat; ini pasti berisi cerita tentang seorang asisten rumah tangga yang mungkin penuh dengan segala suka dukanya dalam melayani majikan, atau mungkin menceritakan kesulitan hidup dan pengalamannya dalam berinteraksi dengan para anggota keluarga majikan atau semacam biografi saja. Pokoknya cerita yang ringan saja.
 
Ternyata setelah saya berkenalan dengan masing-masing tokohnya yang membumi itu, mulai terlihat bahwa ada suatu masalah besar yang tidak terbayangkan oleh pembaca akan terjadi dan menimpa mereka semua yang berada dalam satu atap di rumah keluarga Winchester. 
 
Sepanjang cerita, kisah Millie yang berprofesi sebagai ART cukup memberi pengaruh bagi saya untuk ikut gregetan atas sikap yang ditunjukkan oleh Nina Winchester. Dan sebagaimana dalam sebuah cerita bergenre thriller, suatu saat nanti pasti akan ada peristiwa yang menggegerkan dan mengganggu ketenangan Millie.
 
Sosok menjengkelkan yang ditampilkan di awal-awal cerita rasanya terlalu gamblang untuk diprediksi sebagai pelaku kejahatan. Terlalu kentara.  Dan benar dugaan saya bahwa ceritanya tidak sepele dan bahwa membaca dan meraba karakter itu penting karena penampilan luar sungguh sangat menipu.
 
Kisahnya terdiri dari dua pov yakni Millie dan Nina yang masing-masing menceritakan awal mula berurusan dengan Andrew alias Andy. Novelnya bikin ketagihan alias page turner sekali, plotnya sangat adiktif dan penuh drama, terutama setiap Millie menghadapi 'tugas' yang dibebankan Nina entah dalam menjemput putrinya di sekolah, atau memesan tiket pertunjukan konser yang akhirnya justru Millie yang terpaksa menggunakan tiket itu bersama sang tuan rumah yang digambarkan cukup tampan ini.
 
Terasa sekali di sini bahwa pengarang mencoba membenturkan kedua pandangan antara perbuatan baik atau jahat sehingga memaksa pembaca untuk bersimpati pada Millie dan memilih membenci Nina. Permainan psikologi ditonjolkan di sini lewat perilaku Nina yang cenderung memperlihatkan gejala depresi.
 
Yang paling mengesankan menurut saya dalam novel ini adalah kemampuan pengarang untuk menyembunyikan rapat-rapat kegemaran aneh Andy, dan menyimpannya dalam sebuah ledakan kejadian berupa rentetan kisah masa lalu yang menimpa Nina saat di awal pernikahannya bersama Andy. Penyekapan, ya Nina kerap disekap oleh suaminya sendiri hanya karena kesalahan sepele.
 
Saat pembaca terkejut oleh permainan jahat yang ditunjukkan Nina lalu berganti peran menjadi milik Andy, maka giliran Millie untuk memegang kendali dan mengambil alih permainan itu sepenuhnya. 
 

I look up and study his handsome features. How could I have fallen in love with this man? He seemed nice and normal and wonderful. I hadn't even the slighest clue what a monster he is. His goal isn't to marry me-It's to make me his prisoner (p, 284) 

 
Resep untuk menentukan siapa yang berbuat sangat jahat hanya satu, carilah sosok yang dari luar terlihat idaman semua orang, sempurna dalam sikap dan penampilan serta memiliki kapabilitas bagus tanpa cacat sama sekali di mata masyarakat.
 
Perang syaraf antara Millie dengan Andrew di sebuah kamar loteng adalah sesi yang sangat penting dan menyenangkan. Aksi cepat Millie yang merebut kunci loteng adalah drama Tom and Jerry paling keren dari sekadar keteledoran Andrew yang akhirnya berbalik menjadi sandera. Ini adalah eksekusi paling brilian dari pengarangnya dalam menuntaskan kisah ini. 
 
The Housemaid: Tawanan dan Rahasia Sebuah Loteng The Housemaid: Tawanan dan Rahasia Sebuah Loteng Reviewed by Erna Maryo on Januari 25, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.