Strange Picture
Uketsu
Jim Rion - Penerjemah
HarperVia, 236 hal
e-book
Sinopsis
Sebuah blog bernama Raku menceritakan tentang kebahagiaan si penulis blog bersama istrinya yang sedang menanti kelahiran anak pertama mereka. Hari demi hari sang penulis menceritakan perkembangan sang istri Yuki, termasuk mencantumkan beberapa gambar atau coretan sketsa yang secara samar merupakan kode sinyal dari sang istri.
Gambar-gambar itu dianalisis oleh pembacanya berulang kali namun tetap saja tidak berhasil dipecahkan bahkan Raku sendiri tanpa sadar telah mengabaikan petunjuk yang tertera dalam gambar tersebut, hingga pada akhirnya Raku mengerti makna di balik gambar itu namun itu sudah jauh terlambat untuk dicegah. Yuki meninggal saat melahirkan putranya. Bayi yang masih merah itu diasuh oleh sang nenek, Naomi, karena tak lama kemudian Raku memilih mengakhiri hidupnya.
Sementara itu seorang dosen yang hobi hiking bernama Miura mengajak rekan sekaligus sahabatnya, Tayokawa untuk mendaki gunung. Malangnya Miura ditemukan telah terbunuh di Peristirahatan ke-8, sebuah tempat istirahat di pegunungan sebelum mendaki lebih ke atas lagi.
Polisi sudah menginterogasi semua pihak yang berkaitan dengan korban. Mulai dari Naomi, sang istri
Ulasan
Novel horor Jepang punya kelebihan tersendiri dalam menciptakan situasi yang membuat bulu kuduk ikut merinding saat membacanya. Kemampuan pengarang dalam membangkitkan rasa takut bukan melalui kejutan yang bombastis namun perlahan, merangkak, menggerayangi, dan puncaknya adalah kengerian panjang dan bikin tercengang.
Saya suka cara cerita ini disuguhkan, seolah kepingan yang tercerai berai dan tidak ada sangkut pautnya ini berdiri sendiri lalu disatukan dan akhirnya memiliki korelasi yang saling terhubung satu sama lain. Membacanya memaksa kita memahami bahwa sedari awal cerita dalam bab pertama pasti memiliki kaitan dengan bab lain entah di bab ketiga atau finalnya.
Bahwa kengerian yang diciptakan secara senyap tentu ada alasan yang melatarbelakanginya. Para tokoh seakan dibuat putus asa berputar-putar dalam imajinasi yang dibuat oleh keadaan, dan sang pengarang dengan lincahnya mempermainkan sisi psikologis yang diemban Naomi salah satu sosok penting dalam alur cerita ini.
Naomi yang menderita di masa muda dengan beban hidup yang berat pada akhirnya memutuskan hal yang terbaik bagi dirinya dan juga demi kebaikan putranya Haruto, menantu dan suaminya yang berjiwa kasar. Di sinilah kita bisa melihat dan membayangkan bahwa seseorang yang terguncang dan panik akan melakukan segala hal yang tidak pernah terbayangkan.
"I want to be a mother forever, I never want to lose the right to that name, Mother" . That alone was her reason for murdering that kind young woman, the woman Haruto had loved (page, 186).
Segalanya mengerucut pada perasaan terdalam yang dialami seorang wanita, seorang istri sekaligus seorang ibu. Dengan berbagai Pov dan sudut pandang yang tidak terdeteksi, perlahan relasi itu terhubung dan menjadikan kisah dalam novel ini memiliki benang merah yang sangat kuat.
Sesuatu yang menyedihkan berkaitan dengan masa lalu, masa kecil yang traumatis mewarnai kehidupan sosial para tokoh di cerita ini. Kita hanya bisa mendukung Kumai saja untuk menyelesaikan segala persoalan pelik baik yang menimpa Haruto, Iwata, Miura, Yuki bahkan Yuta yang tak tahu apa-apa. Intinya kita harus fokus mengikuti apa yang dijabarkan para tokoh dalam
mengungkap sesuatu di balik sketsa gambar yang bertebaran mulai dari
bab awal hingga akhir.













Tidak ada komentar: