Dear Debbie
Freida McFadden
Poisoned Pen Press, 327 hal
e-book
Sinopsis
Debbie sebenarnya ingin mengabdikan seluruh hidupnya hanya untuk keluarga, namun dalam beberapa hal ia selalu saja menghadapi berbagai masalah di seputar lingkungan keluarga dan mau tak mau harus diselesaikan sendiri.
Sebelum menjadi ibu rumah tangga, Debbie adalah wanita jenius dengan IQ 178 dan semasa menjadi mahasiswi di kampus terkenal MIT, dia pernah membuat semacam aplikasi pelacak yang dinamai Findly dan sangat berguna sekali untuk mengetahui keberadaan kedua putrinya bahkan suaminya, Cooper saat berada di luar rumah.
Selain sebagai ibu rumah tangga dengan dua anak remaja putri, Debbie juga memiliki kesibukan lain yang tak kalah pentingnya yakni dengan menulis di kolom nasihat sebuah harian setempat yang berjudul Dear Debbie. Di kolom itu ia kerap memberikan solusi praktis tentang cara menghadapi berbagai persoalan yang menyangkut hubungan antar pria wanita serta keluarga.
Meskipun selalu sibuk, tak pelak saat putri tertuanya Lexy diancam oleh mantan kekasihnya yang ingin menebar foto bugilnya, Debbie akhirnya harus membereskan dan turun tangan sendiri agar si mantan pacar putrinya ini tak lagi berani mengganggunya.
Atau ketika putri keduanya Izzy, yang gagal terpilih untuk menjadi anggota tim sepakbola akibat ulah pelatihnya yang mesum, Debbie dengan caranya sendiri berhasil membuat si pelatih justru diciduk polisi di depan para muridnya.
Sepak terjang Debbie yang kerap menabrak rambu hukum ini selalu dilakukan dengan mulus dan senyap, bahkan suaminya sendiri pun tak pernah menyangka kalau semua masalah yang terjadi sesungguhnya adalah hasil dari turun tangannya Debbie demi membereskan segalanya.
Ulasan
Sebagai kolumnis yang mengisi rubrik Dear Debbie dan sering menjawab pertanyaan serta memberi solusi terbaik untuk keluar dari masalah pasangan atau rumah tangga, Debbie benar-benar mencerminkan wanita yang matang dan tahu betul apa yang harus dilakukan.
Cerita ini memang berisi kehidupan rumah tangga Debbie dengan segala permasalahan anak dan pasangan. Ketika sisi gelap dan masa lalu terungkap, disitulah cerita ini menemukan benang merahnya termasuk peran Debbie untuk menjadi vigilante yang mengundang pertanyaan.
Yang menarik dari cerita ini adalah lagi-lagi plot twistnya yang bikin saya tercengang, salah satunya saat konfrontasi antara Harley dengan Jesse terjadi. Ini terus terang adegan yang sangat mengejutkan. Ah, sangat seru sekali bila dibayangkan dan kekagetan itu hanya bisa ditertawakan oleh Debbie yang nampak puas sekali dengan hasilnya.
Pengarang begitu cerdas mempermainkan alur cerita dan emosi sehingga tanpa sadar kita langsung terhanyut dan tak menyadari kejutan itu bisa bertubi-tubi muncul akibat ulah Debbie yang sebetulnya semata-mata hanya ingin keluarganya terlindungi.
I don't know what is in this document on Debbie's computer, but I can't pretend anymore that there isn't something seriously wrong with my wife. I agree with Lexy-it seems like Debbie is getting vigilante justice on everybody in her life who has wronged her or her family (hal 249)
Tulisan Freida mampu meninggalkan kesan yang kuat akan setiap tokoh yang ada di sebuah cerita. Melalui banyak pov, kecenderungan untuk mengetahui sisi terang maupun gelap menjadi hal yang paling ingin diketahui dan itu menjadi poin penting bagi pembaca.
Di tangan Freida, berganti-ganti pov bukan menjadi bagian yang perlu dibedah segala isi hati dan perasaan sang tokoh seluruhnya, mungkin sebagian sekadar informasi aktual saja untuk dibagikan dan untuk menggiring pikiran pembaca ke arah yang keliru.
Tetap saja, akan ada porsi yang disembunyikan dan dirahasiakan sebelum nantinya akan menjadi bom yang meledak dan mewujud menjadi sebuah plot twist, baik yang menimpa tokoh utama maupun jalan cerita.
Pada dasarnya, membaca novel karya Freida bagi saya pribadi sangat menyenangkan, sangat menikmati dan bikin ketagihan karena ada unsur-unsur yang membuat perasaan ini terpuaskan, termasuk dalam Dear Debbie ini yang mampu memberi akhir penutup cerita paling manis. Debbie yang peduli keluarga.













Tidak ada komentar: