Hingga Hilang Pedih Perih
Akaigita
Bhuana Ilmu Populer, 276 hal
iPusSulteng
Sinopsis
Tak pernah menduga sebelumnya bahwa Jeff harus berjumpa dengan Brie di sebuah ruang perpustakaan. Bukan soal keanehan yang terlihat namun juga keistimewaan yang tersimpan dalam diri keduanya. Mereka sama-sama memiliki kemampuan untuk memasuki lorong waktu.
Dengan kemampuan Jeff yang bisa mendeteksi sosok seperti apakah manusia yang dihadapinya, ia bisa menilai kelayakkan hubungan yang akan dijalin kepadanya. Bersama Brie keduanya sepakat untuk mencoba meluruskan sejarah dan sekaligus mengubah takdir. Sayangnya ada hal-hal yang tersembunyi yang membuat mereka menyerah dan ikhlas demi takdir yang telah digariskan.
Jeff yang terlempar ke dalam lorong waktu dan berganti nama menjadi Tarak berubah menjadi sosok yang disegani dan dihormati sementara Brie yang di masa lalu bernama Ambaragni bertekad mengubah arah sejarah yang dipandangnya keliru.
Ulasan
Novel yang mengangkat orang-orang untuk kembali ke masa lalu sudah banyak yang diangkat. Namun yang berkeinginan untuk mengubah jalan sejarah yang keliru dan mundur hingga tujuh abad sebelumnya mungkin hanya ada di buku ini.
Kendati harus menggaet tokoh anak sekolahan berusia 16 tahun dan juga sosok dosen yang berkali-kali mati lalu hidup kembali, cerita yang disodorkan di sini sangatlah serius dan mendominasi. Bakal tak ada jeda untuk menyangsikan kemampuan keduanya dalam memperjuangkan apa yang mereka mau.
Kisah sang putri yang bernama Brie, yang harus mencegah perang dahsyat rupanya telah merebut perhatian yang lebih banyak ketimbang trauma masa lalu Jeff. Alurnya terjaga dari awal hingga akhir. Hanya saja, kita pembaca agak bingung dengan format bolak-balik pembagian lini masanya serta akhir cerita yang menggantung.
Tak bisa dipungkiri bahwa ide cerita masa kini yang dibalut dengan tautan sejarah menjadikan kisahnya terasa begitu personal sekaligus emosional alih-alih mengangkat budaya dan kajian sejarahnya. Wujud kerajaan Datu yang ditampilkan berikut kemunculan sosok yang tercatat dalam buku sejarah seperti Kebo Anabrang menjadikan novel ini terasa nyata, hidup dan memberi legitimasi resmi.
Kehadiran Jeff yang berubah menjadi Tarak membuat dampak psikis dirinya makin berat sekaligus melegakan. Di masa kini Jeff hanya sosok yang tidak dianggap, namun di masa lampau ia adalah pemuda yang gagah berani dan dihargai oleh semua pihak. Ini adalah kenikmatan sesaat yang suka tidak suka harus ia tinggalkan apabila ia ingin kembali ke masa kini.
Segalanya terjadi secara impulsif, tidak terduga tapi fatal. Apakah sebaiknya aku merelakan saja apa yang akan terjadi kepada kami? Tapi bagaimana jika aku tetap bangkit lagi setelah mati? Tujuan utamaku kan menghancurkan kutukannya! (hal 214).
Namun, bila kembali ke masa kini akankah ia sanggup hidup dalam bayang-bayang kematian ibunya yang disebabkan ayahnya. Peristiwa kelam yang membawa dampak buruk bagi jiwanya saat masih TK akan terus ia ingat seandainya ia hidup lagi.
Novel ini penuh dengan selipan antara reinkarnasi, hidup lagi setelah mati serta manipulasi waktu di mana setidaknya kita bisa mencurangi waktu saat itu seandainya kita bisa. Sekali lagi, kita tidak bisa keluar dari takdir yang sudah digariskan, bukan?













Tidak ada komentar: