The Housemaid's Secret (#2)
Freida McFadden
Bookouture, 311 hal
e-book
Sinopsis
Millie diterima bekerja di sebuah penthouse milik pasangan suami istri tanpa anak, Douglas Garrick dan Wendy. Sang suami sangat baik dan terlihat mengasihi istrinya yang menurutnya selalu menderita sakit sehingga jarang bisa keluar kamar, apalagi menemui si ART. Millie harus sering mengendap-ngendap di rumah besar itu khawatir bisa mengganggu ketenangan sang nyonya dari istirahatnya.
Pada suatu hari, Millie mendapati wajah Wendy yang lebam dan memar akibat perlakuan KDRT Douglas. Didorong rasa ingin menolong yang besar terhadap sesama wanita, Millie membantu pelarian Wendy ke tempat teman lamanya, Fiona, yang berada di daerah peternakan Postdam, sebelah utara New York. Bantuan itu ternyata sia-sia. Tak berapa lama, Wendy yang kabur telah berada di kamar penthousenya kembali.
Saat Douglas sekali lagi hendak menyakiti Wendy, Millie muncul dan menolong sang istri. Douglas tewas diterjang peluru yang dilepaskan tanpa sadar oleh pistol di tangan Millie dan apesnya polisi menahan dirinya sementara Wendy berhasil kabur bersama pacar simpanannya, Russell Simonds. Setelah beberapa lama akhirnya Millie sadar bahwa dirinya telah dijebak dan tanpa sadar terlibat dalam konspirasi jahat yang dirancang oleh sang nyonya rumah.
Ulasan
Masih mengikuti petualangan Millie yang ternyata tetap berprofesi sebagai asisten rumah tangga untuk pasangan Douglas Garrick dan Wendy. Selain komitmennya untuk membela kaum perempuan yang tersakiti oleh kdrt, tak ada yang berubah dari dirinya kecuali kali ini Millie sudah memiliki kekasih yang keren bernama Brock.
Dari kendali Wendy yang mampu memporak-porandakan hidup Millie, sebenarnya saya sudah bisa menduga bahwa arah permainan memang ada di tangan si nyonya rumah dan ini menjadi kunci yang paling penting untuk mengatakan 'too good to be true'. Terlalu sempurna untuk sebuah pameran kesedihan yang hendak ditunjukkan pada perempuan seperti Millie. Eksekusi akhir tetaplah Millie yang keluar sebagai pahlawannya.
Alur ceritanya gak berbeda dengan novel sebelumnya serta tetap menggunakan 2 pov yang intens antara Millie dengan Wendy. Dan ingat saja bahwa sosok yang terlalu berperilaku drama alias berlebihan itulah yang akan memancing rasa curiga. Kalau mau dibandingkan, novel petualangan Millie yang pertama masih sangat bagus eksekusinya ketimbang yang ini.
Hal yang saya sukai dari setiap membaca karya Freida adalah bahwa dibalik dua orang yang saling berurusan entah asmara atau bisnis sekali pun, pasti akan selalu ada tokoh lain yang mengejutkan dengan masalah yang kurang lebihnya sama-sama rumit serta ikut memegang peranan yang tak kalah penting.Tidak sekadar tempelan, namun punya pengaruh yang signifikan.
Karakter seperti Millie dan Enzo Accardi sudah kita kenali dari novel Housemaid yang pertama, dan ketika mereka berdua muncul kembali sebagai kekuatan ganda, maka ceritanya pastilah sangat 'berat' terutama bagi Millie yang tanpa sengaja terlibat dalam konspirasi ala Wendy dan pacar gelapnya.
Now there is only one piece left of the puzzle. We must kill Douglas for real this time. Russell is waiting ini the kitchen, clutching the gun that Millie just used to shoot him with a blank (p.256)
Kendati terdengar klise, kisah Millie di penthouse ini lebih berwarna dan elemen kejutannya lebih banyak muncul di sini terutama setelah Millie menyadari bahwa sosok 'Douglas', bukanlah sang suami Wendy yang sebenarnya. Apalagi Marybeth yang notabene adalah istri sah Russel tanpa diduga mampu memberi serangan yang menohok dan tepat sasaran.
Sederhana namun penuh dampak yang mematikan. Baik Marybeth maupun Russell terpaksa menjadi pelengkap kepingan teka teki yang kurang menguntungkan. Namun demikian, keduanya telah menjadi pembuka jalan yang paling krusial dalam menyelesaikan masalah dan inilah yang menjadikan novel kedua ini meningkat lebih banyak dalam plot twistnya.
Novel yang tetap seru, enak dinikmati sampai tamat, page turner dan karya-karya Freida ini selalu berhasil membuat saya tercengang oleh kepintarannya dalam menyembunyikan subplot dan karakter strategis lainnya dalam memegang peran kunci maupun arah jalan cerita.













Tidak ada komentar: